Slawi, 13 Juni 2025 — Majelis Gereja Kristen Jawa (GKJ) Slawi menggelar Persekutuan Doa (PD) sebagai bagian dari rangkaian persiapan menjelang pemberkatan pernikahan, Sdr. Ronald Delandri Titorian Selan dan Sdri. Yeni Fransiska. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Jumat, 13 Juni 2025, bertempat di gedung GKJ Slawi, Jalan K.H. Achmad Dahlan C/17, Slawi.

Persekutuan doa ini dihadiri oleh Majelis Gereja, kedua calon mempelai beserta keluarga mereka, yakni keluarga Bapak Piter Anderias Selan dan keluarga Bapak Adi Sukirman, serta dimeriahkan oleh Paduan Suara GKJ Slawi yang mempersembahkan puji-pujian.

Dalam pelayanan firman, Majelis GKJ Slawi memberikan kesempatan kepada Sdri. Melisda Novelita Napitu, S.Th, Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, menyampaikan renungan untuk calaon mempelai.


“Allah sejak awal menetapkan pernikahan adalah suatu hubungan yang permanen, penyatuan dua orang yang terpisah, seorang laki laki dan perempuan menjadi satu daging” ujar Melisda.

Kehadiran Melisda Novelita disambut positif oleh majelis sebagai bentuk penghargaan terhadap peran penyuluh agama dalam pelayanan jemaat.
“GKJ Slawi cukup inklusif dalam menerima dan memberi ruang kepada orang yang memiliki kapasitas menyampaikan firman Tuhan, selama yang bersangkutan memiliki pengalaman dan latar belakang pendidikan teologi yang memadai,” ujar Pdt. Sugeng Prihadi
Senada dengan itu, Diaken Dwi Woro Utami menambahkan, selain mencerminkan sikap keterbukaan gereja, kesempatan ini juga diberikan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi seorang penyuluh agama Kristen di tengah masyarakat.

Sementara itu, Diaken Timbang Sinaga menilai pemberian ruang kepada penyuluh agama dalam pelayanan firman merupakan bentuk apresiasi sekaligus upaya menjadikan gereja menjadi saluran berkat, tidak hanya bagi jemaat saja, tetapi juga bagi mitra pelayanan lintas kelembagaan.
Pemberkatan pernikahan Ronald dan Yeni dijadwalkan pada Minggu, 15 Juni 2025, di GKJ Slawi. Persekutuan doa ini diharapkan memperteguh komitmen iman pasangan calon mempelai, sekaligus mempererat relasi kasih antara jemaat, keluarga, dan komunitas gereja (sugeng ph/Red)

 

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *