Slawi, 4 Juni 2025 – Majelis Gereja Kristen Jawa Slawi menyatakan komitmennya dalam mempersiapkan proses emiritasi Pdt. Sugeng Prihadi sebagai pendeta jemaat GKJ Slawi pada Tahun 2027 mendatang. Hal ini diungkapkan dalam sebuah visitasi khusus yang dilaksanakan oleh Bidang Visitasi Bapelklas XXI Pekalongan Barat, Rabu (4/6) sore.

Visitasi dimulai pukul 17.00 WIB di ruang parkir dalam gedung GKJ Slawi. dan dihadiri oleh anggota majelis, serta dua visitator Bapelklas, dalam diri Pdt. Agus Yusak, S.Th, M.Min dan Pdt. Joseph Christanto.S.Ag. Acara dibuka dengan sambutan oleh Pdt. Sugeng Prihadi, dilanjutkan doa pembukaan oleh Sdr. Yudha Waskito, S.Si serta renungan singkat oleh Diaken Yermi Arnani. S.Sn.

Dalam renungannya yang bertajuk “Belajar dari Yitro: Kepemimpinan Bukan Beban Seorang Diri”, Diaken Yermi mengutip Kitab Keluaran 18:18. Ia mengajak jemaat  meneladani nasihat Yitro kepada Musa, bahwa kepemimpinan dalam pelayanan adalah sebuah panggilan kolektif, bukan beban yang harus dipikul oleh seseorang secara sendirian.

Apa yang Dibahas dalam Visitasi?

Usai renungan, sesi diadakan percakapan diawali oleh Pdt. Joseph Christanto. Ia menjelaskan makna emeritasi sesuai dengan Tata Gereja dan Tata Laksana GKJ, Salah satunya adalah penghargaan kepada pendeta emeritus. Sebagaimana telah diatur dalam pedoman Kesejahteraan Pelayanan Khusus (PKPK).

“Jabatan sebagai pendeta adalah panggilan seumur hidup, meski secara struktural tidak lagi menjadi bagian dari majelis setelah emiritasi, namun secara fungsional tugas pelayanannya melekat dalam hidup pendeta emeritus” ujarnya.

Pdt. Agus Yusak menambahkan bahwa visitasi ini juga bertujuan untuk menilai sejauh mana kesiapan internal Majelis GKJ Slawi dalam mempersiapkan emiritasi, termasuk sejauhmana komunikasi antara majelis dengan pendeta telah dilakukan.

Bagaimana Respons Majelis GKJ Slawi?

Penatua Trianto Budiatmoko mewakili majelis GKJ Slawi menyampaikan, bahwa majelis berkomitmen  memberikan penghargaan yang layak untuk Pdt. Sugeng Prihadi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Termasuk secara teknis bagaimana cara berhubungan dengan Pihak Yayasan Pensiun, yang nantinya akan memberikan uang pensiun kepada pendeta terkait. Penghargaan mengenai rumah emeritasi saat ini menjadi tanggung jawab majelis yang akan diwujudkan bersama sama dengan beberapa alternatif yang disiapkan.

Pdt. Sugeng Prihadi sendiri mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan jemaat dan rekan sepelayanan dalam melaksanakan tugas. Dalam masalah kesehatan dirinya juga bersyukur karena istrinya pegawai negeri sehingga BPJS menjadi tanggungan pemerintah melalui keberadaan istrinya, tanpa membebani jemaat.

Apa Harapan ke Depan?

Visitasi yang berlangsung sekitar 90 menit membahas  persiapan emeritasi pendeta jemaat GKJ Slawi. Harapan ke depan apa yang sudah menjadi aturan sesuai dengan TGTL dan Pedoman Pedoman Gereja Kristen Jawa dapat dipersiapkan sebaik baiknya sebagai bentuk penghargaan. Sinergi majelis dan jemaat GKJ Slawi perlu diperkuat mengingat pada saat ini proses pemanggilan pendeta GKJ Slawi juga sedang berjalan sesuai dengan tahapan, sehingga diharapkan semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik. Ada keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan berjemaat.

Visitasi diakhiri dengan doa oleh Pdt. Agus Yusak. Visitasi ini diharapkan  menjadi peristiwa  memperkuat sinergi antara majelis dan jemaat GKJ Slawi dalam mempersiapkan transisi kepemimpinan. (Yermia/Red)

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *