
Mimbar GKJ Slawi pagi itu menjadi lebih dari sekadar tempat berkhotbah. Mimbar itu menjadi ruang perjumpaan iman, ketika pelayanan Firman dihadirkan dalam semangat saling melayani antarjemaat GKJ, menegaskan persekutuan yang tumbuh lintas wilayah dalam kebersamaan sinodal.
Melalui surat resmi Badan Pelaksana Sinode XXIX GKJ No. SK/2025/B1/SB105/754, pola penyusunan jadwal TPF tetap menggunakan sistem matriks yang telah diterapkan sejak 2017. Pola ini dinilai menjaga kesinambungan pelayanan sekaligus memberi ruang partisipasi yang adil bagi seluruh gereja anggota sinode.

Pada tahap pertama pelaksanaan TPF, Minggu, 8 Februari 2026, GKJ Slawi dilayani oleh Pdt. Gunawan Anggono Samekto, S.Si., M.Si., pendeta Jemaat GKJ Taman Asri, Sragen. Dalam khotbah bertema “Ditebar dan Bersinar”, ia mengajak jemaat merefleksikan panggilan sebagai garam dan terang dunia. Garam, menurutnya, hanya bermakna jika tetap memberi rasa, terang hanya berarti bila sungguh-sungguh menyinari. Ketika fungsi itu hilang, iman berisiko menjadi sekadar simbol tanpa daya.
Majelis GKJ Slawi memberi kesempatan Pdt. Gunawan melayani di dua tempat, yakni di GKJ Slawi Induk pukul 07.30 WIB dan di Pepanthan Prupuk pukul 10.00 WIB. Secara khusus, di Pepanthan Prupuk juga dilayankan Sakramen Perjamuan Kudus bagi jemaat.

Pendampingan pelayanan dilakukan oleh Pdt. Sugeng Prihadi, selaku pendeta jemaat GKJ Slawi. Ia menyampaikan apresiasi atas kesediaan Pdt. Gunawan yang tidak hanya melayani di mimbar gereja, tetapi juga hadir secara pastoral. Pelayanan Perjamuan Kudus secara pribadi diberikan kepada Bp. Wiyono, warga jemaat yang tengah mengalami stroke, serta kunjungan pastoral ke rumah Bp. L. Agus Supranto.

Bagi jemaat, kehadiran pendeta tamu dalam TPF menghadirkan penyegaran rohani. Ibu Elsih Lestari, warga GKJ Slawi Pepanthan Prupuk, mengungkapkan rasa syukur atas pelayanan tersebut. Menurutnya, firman yang disampaikan memberi semangat baru dan memperkaya penghayatan iman jemaat dalam keseharian.
Rangkaian TPF akan berlanjut pada Minggu, 22 Februari 2026, ketika Pdt. Sugeng Prihadi dijadwalkan melayani di GKJ Taman Asri, Sragen, sesuai jadwal Bidang Visitasi Sinode GKJ. TPF ini menegaskan, bahwa dalam tubuh GKJ, pelayanan tidak berpusat pada satu jemaat, melainkan bergerak, berbagi, dan saling menguatkan dalam kebersamaan.
Melalui TPF, mimbar tidak lagi berdiri sendiri. Ia menjadi jembatan persekutuan, tempat Firman ditaburkan, iman diteguhkan, dan kebersamaan GKJ dirawat dari satu jemaat ke jemaat lainnya (sugeng ph/Red)