
SLAWI, 18 Agustus 2026 — Bertambahnya usia tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti bergerak. Justru ketika tubuh mulai mengalami berbagai perubahan, perhatian terhadap kesehatan perlu semakin ditingkatkan.
Pesan itulah yang mengemuka dalam health talk bagi Adi Yuswa GKJ Slawi, pada hari Selasa (18/8/2026), di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Slawi, Jalan KH Achmad Dahlan C/17, Slawi.
Ceramah menghadirkan dr. Ida Meita br. Sagala, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik di RS Mitra Keluarga Tegal dan RS Mitra Keluarga Slawi.
Mengangkat tema “Lansia Sehat, Aktif, dan Bebas Cedera: Mengendalikan Penyakit Kronis agar Tetap Mandiri, Kuat, dan Aman Beraktivitas”, dr. Ida Meita mengajak para lansia tidak hanya memikirkan bagaimana mengobati penyakit, tetapi juga bagaimana menjaga tubuh agar tetap mampu menjalankan aktivitas sehari-hari.
Bertambahnya usia, menurutnya, membawa sejumlah perubahan. Kekuatan otot dapat berkurang, keseimbangan tidak selalu sebaik ketika muda, sementara penglihatan dan pendengaran juga dapat mengalami penurunan.
Di sisi lain, penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, maupun penyakit jantung dapat menjadi bagian dari kehidupan lansia. Namun, memiliki penyakit kronis bukan berarti harus menyerah kepada penyakit.
Mengendalikan, Bukan Menyerah

Bagi lansia, kesehatan bukan berarti terbebas sama sekali dari penyakit. Yang lebih penting bagaimana penyakit yang ada dapat dikendalikan sehingga tubuh tetap berfungsi dengan baik.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi penting. Begitu pula kepatuhan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, menjaga pola makan, beristirahat cukup, dan tetap melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan.
Satu hal yang perlu dihindari adalah mengubah atau menghentikan obat sendiri hanya karena merasa kondisi tubuh sudah membaik. Sebaliknya, lansia juga tidak perlu menunggu sampai kondisi menjadi berat untuk memeriksakan diri.
Karena itu, cara pandang terhadap usia lanjut perlu diubah. Bukan lagi, “Saya sudah tua, memang sudah begini.” Melainkan, “Saya memang memiliki keterbatasan, tetapi saya masih dapat melakukan sesuatu untuk menjaga kesehatan.”
Sikap tersebut menjadi penting karena kesehatan pada usia lanjut sangat berkaitan dengan kemampuan mempertahankan kemandirian.
Tetap Bergerak

Tubuh yang jarang digunakan akan semakin kehilangan kekuatan. Karena itu, lansia tetap dianjurkan melakukan aktivitas sesuai kemampuan. Aktivitas tersebut tidak harus berupa olahraga berat. Berjalan kaki, senam lansia, berkebun, melakukan pekerjaan rumah, atau sekadar melakukan peregangan dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan kebugaran.
Prinsipnya sederhana: bergerak sesuai kemampuan, dilakukan secara teratur, dan tidak memaksakan diri. Aktivitas fisik bukan hanya menjaga kekuatan tubuh. Bagi lansia, tetap aktif juga dapat menjaga kepercayaan diri dan perasaan bahwa dirinya masih mampu melakukan sesuatu.
Ketika seseorang masih mampu berjalan sendiri, melakukan pekerjaan rumah, beribadah, berkebun, atau bertemu dengan teman-temannya, sesungguhnya ia sedang mempertahankan sesuatu yang sangat berharga yaitu kemandirian.
Waspada Risiko Jatuh
Salah satu persoalan yang juga perlu diperhatikan pada usia lanjut adalah risiko jatuh. Jatuh dapat mengakibatkan cedera, bahkan patah tulang. Dampaknya tidak berhenti pada persoalan fisik. Lansia yang pernah jatuh dapat mengalami rasa takut untuk kembali berjalan atau melakukan aktivitas.
Karena itu, lingkungan tempat tinggal perlu dibuat aman. Lantai yang licin perlu dihindari. Barang-barang yang dapat membuat tersandung sebaiknya tidak dibiarkan berserakan. Penerangan juga perlu diperhatikan.
Alas kaki yang digunakan harus aman. Ketika bangun dari tempat tidur atau kursi, lansia sebaiknya tidak terburu-buru. Jika keseimbangan mulai terganggu, menggunakan alat bantu juga tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang memalukan.
Menjaga keselamatan bukan berarti membatasi kehidupan. Sebaliknya, lingkungan yang aman membuat lansia dapat tetap aktif dengan lebih percaya diri.
Tubuh Dirawat, Kehidupan Tetap Berarti
Ceramah kesehatan tersebut mendapat perhatian dari para Adi Yuswa GKJ Slawi. Pertemuan tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan tentang kesehatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali berjumpa dan saling menguatkan.
Bagi komunitas lansia, perjumpaan semacam itu memiliki arti penting. Menjaga kesehatan bukan hanya soal tubuh, tetapi juga tentang membangun kebiasaan hidup yang membuat seseorang tetap memiliki semangat untuk menjalani hari-harinya.
Atas nama jemaat GKJ Slawi, Pdt. Sugeng Prihadi menyampaikan terima kasih kepada dr. Ida Meita atas pembinaan kesehatan yang diberikan kepada para Adi Yuswa.
“Terima kasih atas pembinaan yang diberikan. Kami berharap pada kesempatan lain dapat kembali bertemu dengan topik yang berbeda, sehingga para lansia semakin memahami bagaimana menjaga kesehatan tubuh,” ujar Pdt. Sugeng.
Harapan itu bukan tanpa alasan. Pada usia lanjut, tubuh memang menjadi semakin rentan jika tidak dirawat dengan baik. Karena itu, pengetahuan mengenai kesehatan perlu terus diberikan, agar para lansia mampu mengenali kondisi tubuh, mencegah risiko, dan mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi masalah kesehatan.
Pada akhirnya, menjadi lansia sehat bukan berarti harus kembali menjadi muda. Menjadi lansia sehat adalah menerima perubahan tubuh, merawatnya dengan baik, tetap bergerak sesuai kemampuan, serta menjaga agar diri tetap mandiri dan berguna.
Sebab usia boleh bertambah, kekuatan boleh berkurang, tetapi semangat untuk hidup sehat tidak seharusnya ikut menua. Tetap sehat. Tetap aktif. Tetap mandiri. Dan tetap menjadi berkat bagi sesama.
Dalam Health Talk juga dilakukan pemeriksaan gula darah, tensi dan kolesterol secara gratis oleh Tim Kesehatan dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Slawi. (red)